Pages

Selasa, 29 Maret 2011

Konservasi Sumber Daya Hutan

Apakah Konservasi itu?


Konservasi adalah berbagai usaha untuk melestarikan
dan memperbarui sumber-sumber alam agar dapat
memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada
masyarakat dalam jangka panjang. Sumber-sumber
alam yang harus dilestarikan dan diperbarui antara
lain adalah sungai, danau, laut, hutan dan kawasan
alam terbuka serta populasi fauna yang beraneka ragam,
termasuk juga tanah yang subur dan udara yang bersih.
Konservasi juga berarti langkah-langkah penghematan
energi dengan penggunaan teknologi yang efisien serta
mengubah berbagai kebiasaan yang memboroskan
energi. Tujuan utama program konservasi adalah untuk
melestarikan berbagai jenis tumbuhan, hewan dan
segala mahluk penghuni alam yang merupakan
keanakaragaman hayati di planet bumi ini dengan cara
melindungi bumi dan air yang menjadi tempat mereka
hidup.

Para aktifis konservasi selalu berusaha mencari tempat-
tempat di daratan maupun di laut yang harus
diprioritaskan untuk dilestarikan, agar keanekaragaman
hayati di dalamnya dapat dipertahankan dalam jangka
panjang. Dengan mengelola dan melindungi tempat-
tempat seperti itu dalam jangka panjang, diharapkan
masa depan lingkungan dunia dapat terjamin. Para
aktifis konservasi juga selalu berusaha melindungi
wilayah-wilayah seperti itu dari bahaya kebakaran,
perubahan iklim dan serangan berbagai spesies invasif,
terutama di tempat-tempat seperti taman laut, sumber-
sumber air tawar dan hutan. Para aktifis konservasiakan menjalin kerjasama dengan masyarakat,
perusahaan-perusahaan dan pemerintah setempat dan
juga organisasi-organisasi mitra lainnya untuk
melestarikan sumberdaya alam yang berupa bumi dan
air agar dapat dinikmati juga oleh generasi mendatang
di masa depan.

Para aktifis konservasi juga harus bekerjasama dengan
para pemilik lahan tradisional. Kemitraan seperti itu
memungkinkan kedua belah pihak dapat mencapai
tujuannya masing-masing. Meskipun berbagai upaya
besar telah ditempuh, berbagai aspek seperti perubahan
iklim, peningkatan jumlah populasi manusia yang tak
terkendali dan perubahan metode kerja di bidang industri
dan pertanian telah mengancam keselamatan lingkungan
kita. Para aktifis konservasi berusaha menciptakan
sebuah dunia yang dapat menjamin kelangsungan hidup
manusia dan segala hewan serta tumbuhan. Dengan
cara seperti ini, seluruh mahluk hidup penghuni alam
senantiasa dihargai dan dilestarikan demi kepentingan
generasi penerus di masa yang akan datang. Aktifitas-
aktifitas konservasi antara lain berupa pengkajian,
dokumentasi, perbaikan lingkungan dan langkah-langkah
pencegahan kerusakan lingkungan yang didukung oleh
riset dan program-program pendidikan masyarakat.

Konservasi alam di Indonesia

Meskipun luas wilayahnya hanya 1.3% dari total
permukaan bumi, namun sebagai negara kepulauan,
Indonesia merupakan habitat yang penting bagi 17%
dari seluruh spesies tumbuhan dan hewan dunia yang
sangat unik dan tak dapat ditemukan di belahan bumi
manapun. Indonesia merupakan tempat hidupnya 17%
dari seluruh spesies burung di dunia, 12% dari seluruh
mamalia, 16% dari semua jenis reptil dan hewan amfibi,
serta 33% dari seluruh spesies serangga di dunia.Sebagai negara kepulauan terluas di dunia, Indonesia
banyak menghadapi bahaya kerusakan alam.
Pertumbuhan pendudukdan meningkatnya
perekonomian mengharuskan semua pihak mengambil
kebijakan dengan seksama untuk menjamin agar
sumber-sumber alam di wilayahnya selalu terjaga.
Masyarakat Indonesia harus didorong agar ikut berperan
melestarikan dan menjaga seluruh tumbuhan dan satwa
yang ada, baik di daratan maupun di samudera. Kinerja
para aktifis konservasidi Indonesia selalu mengacu pada
prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:

· Memahami arti penting dari semua mahluk hidup
dan habitatnya, serta dampak yang ditimbulkan
oleh aktifitas kehidupan manusia terhadap
kelangsungan hidup mereka di masa depan

· Melestarikan segala jenis satwa dan lingkungan
hidup mereka di seluruh wilayah Indonesia

· Menyebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat
dan pihak-pihak terkait mengenai lingkungan dan
keterkaitannya dengan manusia

· Mengajak seluruh masyarakat agar peduli terhadap
alam dan berusaha melestarikannya

· Menciptakan wacana publik mengenai konservasi

· Memelihara dan menjaga alam dengan penuh
kepedulian secara ilmiah dan profesional

· Mengembangkan dan menerapkan berbagai solusi
yang fleksibel dan inovatif bagi langkah-langkah
konservasi lingkungan

Setiap kali kita merancang program-program konservasi,
kita perlu memahami latarbelakang budaya dan
kebutuhan serta nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat
di suatu daerah, selain juga berusaha memahami
proses-proses alam yang berlaku di daerah tersebut.
Keterkaitan yang erat antara pengalaman hidup
masyarakat lokal dan pentingnya mewariskan alam ini
bagi generasi mendatang perlu diciptakan agar seluruh
masyarakat mendukung rencana-rencana aksi kita.
Melarang orang melakukan pembalakan liar atau
menangkap ikan dengan metode tertentu jelas bukan
tindakan yang efektif. Demikian pula kalau kita hanya
menciptakan kawasan suaka alam untuk
menyelamatkan lingkungan hutan tropis atau lingkungan
pantai tertentu. Agar program konservasi dapat
terlaksana dengan efisien, semua faktor sosial, ekonomis
dan politis yang memicu munculnya praktik-praktik
destruktif (yang menimbulkan kerusakan alam) itu
perlu dikaji,dipahami dan dicarikan solusinya. Jika isu-
isu tersebut berhasil diangkat dan dimengerti, maka
kita dapat merencanakan keputusan apa saja yang
harus diambil. Pembentukan kawasan suaka alam serba-
guna yang mendukung langkah-langkah pembangunan
berkelanjutan bagi masyarakat setempat adalah langkah
awal yang baik.

Konservasi Hutan di Indonesia

Hutan tropis adalah ekosistem yang luar biasa kaya,
yang memiliki peranan sangat penting bagi
berlangsungnya seluruh proses kehidupan di planet
bumi. Hutan tropis merupakan tempat tinggal bagi
kurang lebih 50% spesies hewan-hewan di dunia, yang
seluruhnya merupakan sumberdaya biologis dan genetik
yang luar biasa besar dan amat penting. Di samping
itu, hutan tropis membantu menstabilkan iklim dengan
cara mengatur keseimbangan gas-gas di atmosfir,
menjaga stabilitas curah hujan, mencegah munculnya
gurun pasir, serta memiliki berbagai fungsi ekologis
lainnya.

Hutan-hutan di Indonesia sudah banyak yang lenyap
dan musnah dalam beberapa dasawarsa terakhir ini.Hutan-hutan tersebut dibabat dengan membabi-buta
untuk diambil kayunya, atau dijadikan lahan pertanian
atau pembangunan. Hutan-hutan di dataran rendah
lenyap dengan kecepatan yang luar biasa karena
tempatnya mudah dijangkau oleh manusia. Disamping
itu, hutan di dataran rendah memang menjanjikan
keuntungan ekonomis yang luar biasa besar. Hutan-
hutan di dataran rendah banyak menyediakan tanaman
keras dengan kayu gelondongan yang nilainya amat
tinggi di pasar internasional. Oleh karenanya, dewasa
ini hutan tropis Indonesia dikategorikan sebagai kawasan
yang terancam krisis, sebab dalam satu tahun saja tak
kurang dari lima juta hektar hutan yang dibabat manusia.
Lenyapnya hutan tropis juga berarti musnahnya habitat
tempat tinggal bagi satwa-satwa yang terancam punah
seperti orangutan, harimau, dan badak.

Lenyapnya hutan-hutan di Indonesia sesungguhnya
dipicu oleh tingginya kebutuhan kayu dan bubur kertas
(pulp) di Asia. Indonesia adalah eksportir kayu tropis
terbesar di dunia, namun lebih dari separuh produksi
kayunya dilakukan secara illegal. Penebangan hutan
dan pembukaan lahan secara tak terkendali merupakan
ancaman lingkungan terbesar, dan diperkirakan dua
pertiga dari aktifitas itu dilakukan secara melanggar
hukum. Di Indonesia, kerusakan hutan bukan saja
merusak lingkungan, namun juga berdampak serius
terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian
mereka. Sekarang para produsen kayu dan
konsumennya semakin menyadari adanya krisis ini,
dan dukungan politik untuk mengubah kecenderungan
ini juga semain menguat.

Langkah pemerintah untuk meningkatkan produksi
minyak sawit di Indonesia juga menyebabkan banyaknya
hutan yang dilenyapkan secara permanen. Indonesia
sedang beruaha menempatkan dirinya sebagai produsen
minyak sawit terbesar di dunia. Pada hutan tropis yangnormal, terdapat lebih banyak kandungan karbon di
dalam mikroba dibandingkan dengan yang terkandung
di daun-daun atau cabang tumbuhan. Di lahat gambut,
kandungan karbon itu jauh lebih banyak, sebab lapisan
tanah yang ada di sana tebalnya bisa mencapai beberapa
meter. Namun lahan gambut seperti itu sekarang
dihancurkan dan dikeringkan, dan memunculkan karbon
dioksida dalam jumlah luar biasa besar. Setiap tahun,
1.8 milyar ton karbon muncul di kawasan lahan gambut
di Indonesia, dan itulah penyebab utama terjadinya
perubahan iklim. Hutan-hutan tropis Indonesia memiliki
60% dari total lahan gambut tropis yang ada di dunia.
Tanah di hutan seperti itu berawa-rawa. Jika rawanya
dikeringkan dan dijadikan lahan terbuka, maka tanahnya
yang mengandung gambut mudah sekali terbakar dalam
waktu lama, dan apinya banyak mengandung karbon
dan methane. Hutan tropis yang tumbuh di rawa-
rawa seperti itu merupakan lokasi pengendapan karbon
yang amat penting di planet bumi, dan peranannya
dalam mengatur iklim global sangat vital. Hutan-hutan
tersebut juga memiliki keanakaragaman hayati yang
amat kaya dan dijadikan tempat berlindung bagi spesies-
spesies seperti orangutan, sebab hutan-hutan lahan
kering di dataran rendah sudah lama dibabat manusia.
Kawasan lahan gambut di hutan tropis sudah lama
dimusnahkan oleh perusahaan-perusahaan minyak
kepala sawit, pengolahan kayu, dan perusahaan kertas
atau bubur kertas.

Melihat dari pentingnya makna konservasi hutan sudah sepantasnya kita sebagai manusia selalu berusaha memberikan yang baik untuk alam guna terwujudnya kelestarian alam kedepan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar